Categories : Articles

Reviewed By TheWriter - Rating : 4.0
 

Di Indonesia, layanan analisa sidik jari terdiri dari 2 jenis yakni : analisa sidik jari berbasis multiple intelligence (8 kecerdasan majemuk) dan analisa sidik jari berbasis single intelligence (kecerdasan tunggal).

1. Berbasis kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence atau MI) yang mencakup :
– Kecerdasan Interpersonal
– Kecerdasan Intrapersonal
– Kecerdasan Logika & Matematika
– Kecerdasan Verbal & Linguistik
– Kecerdasan Visual Spasial
– Kecerdasan Kinestetik
– Kecerdasan Musik
– Kecerdasan Naturalis
– Kecerdasan Eksistensial

2. Berbasis kecerdasan tunggal (Single Intelligence atau SI) yang teorinya berasal dari Myers-Briggs Type Indicator (MBTI), Carl Jung dan juga percampuran teori lainnya :
– Sensing Intovert/Extrovert
– Thinking Intovert/Extrovert
– Feeling Intovert/Extrovert
– Intuiting Intovert/Extrovert
– dll.

Perbedaan MI dan SI :

1. Tipe Kecerdasan

Pada MI, kita dapat mengukur 8 tipe kecerdasan seseorang. Pada SI, kita hanya dapat mengukur 1 tipe kecerdasan saja. Artinya adalah pada MI kita dapat mengetahui berapa persen dominasi otak kiri DAN otak kanan seseorang. Sedangkan pada SI, kita hanya mengetahui 1 keunggulan saja yakni di otak kirinya saja ATAU di otak kanannya saja.

Misalkan anda cerdas secara matematika dan juga musik, jika menggunakan analisa SI maka kecerdasan anda nantinya hanya teridentifikasi di matematika atau musik saja. Sedangkan jika menggunakan analisa MI, maka bisa teridentifikasi berapa persen kecerdasan matematika dan berapa persen kecerdasan musiknya.

Konsep SI adalah, lebih baik fokus kepada 1 kecerdasan saja sedangkan kecerdasan lainnya akan berkembang dengan sendirinya jika 1 kecerdasan tersebut dilatih. Teori ini bisa dibilang kurang tepat, karena jika seseorang unggul di kecerdasan matematika namun lemah di kecerdasan interpersonal atau lemah di sosialisasi (kurang gaul) maka tentu kelemahan ini harus distimulasi agar berkembang lebih baik karena kecerdasan interpersonal tentu sangat penting untuk mendukung kecerdasan lainnya. Tidak mungkin hanya fokus pada kecerdasan matematika saja lalu kecerdasan interpersonal meningkat dengan sendirinya.

Pada konsep MI kita dapat mengetahui dimana letak keunggulan dan kelemahannya kita sehingga kita bisa fokus menggali keunggulan kita sedangkan kelemahan bisa dijadikan pilihan apakah mau diperbaiki atau tidak. Misalnya unggul di kecerdasan musik namun lemah di matematika, maka tentu kita punya pilihan apakah perlu ikut kursus tambahan dibidang matematika (minimal agar lulus ujian nasional) atau tidak.

Jadi dengan MI, kita memiliki keluwesan dalam memperlakukan kelemahan kita.

2. Distribusi Kecerdasan

Pada MI, seseorang dapat diukur sebaran dari 8 kecerdasan. Misalnya kita dapat mengetahui berapa persen keunggulan seseorang di kecerdasan interpersonal, berapa persen di interpersonal, berapa persen di logika dan seterusnya hingga 8 kecerdasan.

Sedangkan pada SI, kita hanya dapat mengetahui 1 keunggulan saja misalnya kecerdasan feeling extrovert (interpesonal) dan tidak dapat mengetahui secara pasti berapa persen kekuatan di feeling introvert, thinking Intovert/Extrovert dan lain-lain.

3. Harga

Pada SI, dikarenakan hanya mengukur 1 tipe kecerdasan saja maka biasanya harganya lebih murah daripada MI. Hal ini dikarenakan tehnik analisa sidik jari pada SI lebih mudah dibanding analis sidik jadi pada MI. Pada MI, analisa dilakukan melalui pola sidik jari dan garis pada kulit. Sedangkan pada SI, hanya menganalisa pola sidik jari saja.

Dengan demikian, disarankan menggunakan analisa sidik jari berbasis MI karena jauh lebih lengkap dibanding analisa sidik jari berbasis SI karena dengan mengetahui keunggulan dan kelemahan kita secara lebih terperinci maka kita dapat lebih jelas menyusun rencana untuk masa depan dengan lebih baik.

4. Penjelasan Report
Pada SI, penjelasan report sulit dipahami oleh orang awam karena banyak istilah-istilah yang tidak lazim. Tidak heran jika banyak agen sidik jari berbasis SI tidak mampu menjelaskan repot yang mengandung istilah-istilah membingungkan. Teori SI sulit untuk dicerna orang awam sehingga banyak agen sidik jari berbasis SI tidak mampu menjelaskan hasil reportnya.

Pada MI, penjelasan jauh lebih mudah dipahami orang awam karena menggunakan teori Multiple Intelligence dari Howard Gardner yang sudah familiar di masyarakat. Masyarakat lebih mudah memahami apa itu kecerdasan matematika/logika ketimbang kecerdasan thinking extrovert/introvert.


Tags :

Histats.com © 20